Banten – mediabahri.com ll Langkah tegas sosial kontrol yang dilakukan Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 DPD Provinsi Banten mendapat apresiasi dari M. Sutisna. Upaya pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap hak masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat.
Melalui perwakilannya, Muhammad Raden Hermawan Syah, GAIB 212 Banten menegaskan komitmennya dalam mengawal program pemerintah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke sejumlah dapur MBG di berbagai wilayah di Provinsi Banten guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
“Jangan main-main dengan program MBG. Ini menyangkut hak anak-anak untuk mendapatkan asupan makanan yang layak dan bergizi sesuai yang telah digaungkan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba melakukan penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kualitas makanan yang disajikan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari segi gizi maupun kelayakan konsumsi.
Lebih lanjut, GAIB 212 menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ditemukan pelanggaran serius. “Jika ditemukan pelanggaran yang fatal, kami tidak akan ragu untuk membawa persoalan ini dan melaporkannya kepada Aparat Penegak Hukum (APH),” pungkasnya.
Secara hukum, dugaan penyimpangan anggaran dalam program pemerintah dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 2 dan Pasal 3 yang mengatur tentang penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara.
Selain itu, pelaksanaan program yang tidak sesuai standar juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan hak setiap orang, termasuk anak-anak, untuk memperoleh gizi yang layak dan pelayanan kesehatan yang memadai.
Dengan adanya pengawasan dari elemen masyarakat seperti GAIB 212, diharapkan program MBG dapat berjalan transparan, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi generasi penerus bangsa.(Red)
