
Mediabahri.com | Aceh Utara – Berbulan-bulan pascabanjir, Sekolah Luar Biasa (SLB) Harapan Bangsa di Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, dibiarkan berkubang lumpur. Aktivitas belajar terhenti, murid-murid berkebutuhan khusus terpaksa diliburkan, sementara perhatian pemulihan nyaris tak kunjung datang.
Di tengah keputusasaan itu, Brimob Aceh turun tangan.
Personel Brimob Aceh mendatangi sekolah yang selama ini terabaikan, membersihkan lumpur tebal yang menutup ruang kelas dan halaman sekolah. Aksi tersebut menjadi titik terang bagi para guru yang selama ini hanya bisa menunggu tanpa kepastian.
Kepala SLB Harapan Bangsa, Banta Halipun, S.Pd, tak menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Kami sudah sangat putus asa melihat kondisi sekolah ini. Murid-murid masih kami liburkan karena lumpur masih menumpuk. Kehadiran Brimob Aceh benar-benar menjadi harapan bagi kami,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, tanpa alat memadai dan dengan keterbatasan fasilitas, personel Brimob bersama para guru tetap bekerja tanpa keluh kesah demi mengembalikan fungsi sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Terima kasih kepada Brimob Aceh yang tidak hanya hadir secara simbolik, tapi benar-benar bekerja. Ini bukan sekadar bersih-bersih, ini tentang masa depan anak-anak kami,” tegasnya.
Sementara itu, Danki Gas Aman Nusa II AKP Muzakkir menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob merupakan bentuk nyata pelaksanaan instruksi pimpinan Polri untuk mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya fasilitas pendidikan.
“Pemulihan sekolah tidak boleh ditunda. Anak-anak harus kembali belajar dalam kondisi aman dan layak,” ujarnya.
Dengan nada penuh empati, AKP Muzakkir menegaskan bahwa murid-murid SLB Harapan Bangsa adalah anak-anak istimewa yang harus mendapat perhatian lebih dari semua pihak.
“Mereka luar biasa. Kami menyebut mereka calon penghuni surga. Sudah menjadi kewajiban kami memastikan sekolah ini bisa kembali digunakan,” tutupnya.
Aksi Brimob Aceh ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang selama ini abai terhadap pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana. Ketika negara terlambat hadir, Brimob memilih turun langsung dan bekerja nyata. (Zul)
Redaksi: Mediabahri.com
