
Mediabahri.com | DAIRI – Warga Kabupaten Dairi, khususnya di wilayah Sidikalang dan Siempat Nempu Hulu, akhirnya mulai melihat titik terang atas persoalan klasik akses air bersih. Pemerintah resmi meluncurkan pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang ditargetkan mampu menjangkau ribuan rumah warga.
Kabar ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Perpustakaan Raja Naga Jambe, Tamrek, Sidikalang. Sambutan Bupati Dairi yang dibacakan Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata pemenuhan hak dasar masyarakat.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kesejahteraan. Proyek ini bukan hanya soal beton dan pipa, tapi investasi masa depan bagi seluruh masyarakat Dairi,” tegas Wahyu.
Perjuangan Panjang, Kini Berbuah Hasil
Realisasi proyek strategis ini bukan tanpa hambatan. Usulan pembangunan jaringan air baku telah digulirkan sejak 2017, namun baru mulai terealisasi pada Tahap I (2023–2024). Kini, pembangunan berlanjut ke Tahap II dengan cakupan yang lebih luas dan kapasitas yang lebih besar.
Pada tahap ini, kapasitas debit air ditingkatkan hingga 50 liter per detik. Total panjang jaringan pipa mencapai 17 kilometer, dengan 7 kilometer telah rampung pada tahap pertama, dan sisa 10 kilometer akan dikerjakan dalam proyek lanjutan ini.

Dampak Nyata: 2.000 Sambungan Rumah Baru
Proyek ini dipastikan membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Sekitar 2.000 sambungan rumah (SR) baru akan dibangun, membuka akses air bersih yang lebih layak, mudah, dan berkelanjutan bagi warga.
Menurut Wahyu, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga dukungan masyarakat.
“Komunikasi dan musyawarah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.
Komitmen Pengawalan Hingga Tuntas
Pemerintah Kabupaten Dairi menegaskan akan terus mengawal pembangunan hingga selesai agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat secara luas dan merata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Nciho, Wahlin Munthe beserta jajaran, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, Ramadhan Nasution, serta para camat dan kepala desa dari wilayah terdampak.
Dengan dimulainya Tahap II ini, harapan lama warga Dairi untuk menikmati layanan air bersih yang memadai kini tak lagi sekadar janji—melainkan kenyataan yang mulai mengalir.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus
