Pandeglang, 9 Mei 2026 – mediabahri.com ll Gelombang aksi rakyat yang terus muncul di berbagai daerah disebut bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk pendidikan politik rakyat untuk mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Tim investigasi yang dipimpin M. Sutisna mengajak masyarakat lebih cerdas membedakan antara oknum yang hanya memanfaatkan isu demi kepentingan pribadi dan pejuang yang benar-benar tulus memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Musuh rakyat itu ada dua: oknum pejabat zalim dan oknum yang mengaku aktivis. Keduanya sama-sama merugikan rakyat, hanya beda seragam,” tegas M. Sutisna.
Ia menekankan bahwa kontrol publik harus dilakukan secara benar, terukur, dan berbasis data dengan prinsip 5W + 1H agar kritik yang disampaikan tetap objektif serta tidak menyesatkan masyarakat.
Ciri Oknum Berkedok Aktivis yang Patut Diwaspadai
Menurut M. Sutisna, masyarakat perlu waspada terhadap pihak-pihak yang hanya muncul saat ada kepentingan tertentu.
1. Muncul Saat Ada Kepentingan
Oknum biasanya bersuara keras ketika ada proyek, kasus viral, atau dugaan keuntungan tertentu. Setelah isu mereda, mereka menghilang.
Sementara pejuang rakyat tetap hadir menampung aspirasi masyarakat meski tanpa bayaran dan tanpa sorotan publik.
2. Menjual Nama Rakyat untuk Kepentingan Pribadi
Oknum lebih sibuk membangun citra diri dan mencari panggung.
Sedangkan pejuang sejati menempatkan suara rakyat di atas kepentingan pribadi.
3. Takut Data dan Hukum
Oknum hanya berteriak tanpa bukti dan menghindari debat berbasis fakta.
Pejuang rakyat berbicara dengan data, dokumen, regulasi, foto, video, hingga keterangan saksi.
4. Menyerang Pribadi, Bukan Sistem
Oknum cenderung menyerang individu demi kepentingan tertentu.
Pejuang fokus membongkar persoalan sistem, anggaran, dan kebijakan yang merugikan rakyat.
5. Setelah Demo Minta Jatah
Oknum diduga menjadikan aksi sebagai alat tawar-menawar proyek atau kepentingan pribadi.
Sementara pejuang tetap mengawal janji pemerintah hingga terealisasi.
Ciri Pejuang Kontrol Publik yang Tulus
M. Sutisna juga menjelaskan sejumlah ciri pejuang rakyat yang layak mendapat dukungan masyarakat.
Konsisten Mengawal Isu Rakyat
Mulai dari persoalan pangan, jalan rusak, bantuan sosial, BBM, hingga ketepatan data penerima bantuan sosial.
Mendidik Rakyat, Bukan Memprovokasi
Rakyat diajak memahami APBD, membaca RAB, serta menggunakan jalur pengawasan resmi seperti Ombudsman dan keterbukaan informasi publik.
Siap Menghadapi Risiko
Pejuang sejati tetap bersuara meski menghadapi tekanan maupun kriminalisasi.
Mengkritik untuk Memperbaiki
Kontrol publik disebut bukan bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan upaya menjaga pemerintahan tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat.
Melahirkan Kader Pengontrol Sosial
Perjuangan tidak berhenti pada satu tokoh, tetapi melahirkan generasi baru yang terus mengawal kepentingan masyarakat.
Pesan untuk Rakyat
Dalam keterangannya, M. Sutisna mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap mengedepankan akal sehat saat mengikuti aksi publik.
“Datang ke aksi bawa otak, bukan emosi. Dengarkan, catat, dan tanyakan solusi,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah diadu domba dalam berbagai isu sosial dan pembangunan yang terjadi di daerah.
Menurutnya, dokumentasi masyarakat melalui telepon genggam menjadi alat kontrol publik yang penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Negara maju karena dua hal: pemimpin takut Tuhan dan rakyat pintar melakukan kontrol. Kalau pemimpin tidak takut Tuhan, minimal dia harus takut kepada rakyat,” tegasnya.
M. Sutisna menambahkan bahwa ruang publik seperti Alun-Alun Pandeglang harus menjadi tempat pendidikan demokrasi rakyat, bukan sekadar tempat meluapkan emosi.
Pokok-Pokok Kontrol Publik
“Awasi, bukan benci. Kritik, bukan kudeta.”
“Data + Akhlak + Nyali = Kontrol Publik.”
“Jangan hanya ganti orangnya, tapi perbaiki sistemnya.”
“Presiden boleh berganti, tetapi semangat membela rakyat jangan mati.”
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat memiliki hak memperoleh informasi terkait penggunaan anggaran dan kebijakan publik.
Narahubung: M. Sutisna
Didukung: Bung Rio 89.5, Keluarga Besar dan Aliansi Banten Peduli
