GPIE Kota Medan Resmi Dikukuhkan, Muhammad Ari Al-Kasyfi Ditantang Buktikan Organisasi Pemuda Bukan Sekadar Seremonial

Redaksi Media Bahri
0

Medan | Mediabahri.com – Gerakan Pemuda Indonesia Emas (GPIE) Kota Medan resmi memasuki babak baru setelah Muhammad Ari Al-Kasyfi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPIE Kota Medan periode 2026–2030 oleh Ketua Umum DPP GPIE, Budi Anthoni Sinaga, Sabtu (30/5/2026) di Duduk Sini Cafe & Lounge, Jalan Alfalah, Kota Medan.


Pengukuhan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pengangguran, penyalahgunaan narkoba, rendahnya literasi digital hingga minimnya ruang kreativitas, kepengurusan baru GPIE Kota Medan dituntut mampu menghadirkan program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


Sebelum prosesi pengukuhan berlangsung, kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Langkah tersebut menjadi pesan bahwa organisasi kepemudaan tidak boleh hanya sibuk membangun struktur, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang konkret.



Dalam sambutannya, Budi Anthoni Sinaga menegaskan pentingnya menjaga integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi.


Menurutnya, kepengurusan yang baru dikukuhkan harus mampu menjadi motor penggerak perubahan dan tidak terjebak pada aktivitas seremonial semata.


"Kepengurusan yang telah dikukuhkan harus mampu menjaga integritas dan menjalankan amanah organisasi demi kemajuan pemuda dan kejayaan bangsa," tegasnya.

Kehadiran sejumlah tokoh dalam jajaran Dewan Penasehat seperti Ichwan Lubis, Yudha Widya Sapta, Sutan Iskandar Dinata dan Miko Lukman diharapkan menjadi energi tambahan dalam memperkuat arah organisasi agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kota Medan.


Sementara itu, dalam pidato perdananya, Muhammad Ari Al-Kasyfi menegaskan komitmennya untuk menjadikan GPIE Kota Medan sebagai rumah besar bagi generasi muda yang ingin berkarya dan berkontribusi bagi daerah.


Ia menyatakan bahwa GPIE harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan kepemudaan, bukan hanya menjadi organisasi yang aktif saat pelantikan dan kegiatan seremonial.


"Kami siap bekerja dan membuktikan bahwa GPIE mampu melahirkan kader-kader berintegritas, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Dukungan juga diberikan oleh Dewan Pembina Pusat, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang selama ini mendorong tumbuhnya semangat kolaborasi dan pembangunan sumber daya manusia di kalangan generasi muda Sumatera Utara.


Pengukuhan DPC GPIE Kota Medan periode 2026–2030 menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan masih memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Tantangan ke depan tidak ringan. Publik tentu menunggu gebrakan nyata, bukan sekadar slogan dan seremoni.


Kini, sorotan tertuju kepada kepengurusan baru. Mampukah GPIE Kota Medan menjadi lokomotif perubahan bagi pemuda, atau hanya menjadi organisasi yang ramai saat pelantikan lalu redup dalam pelaksanaan? Waktu dan kerja nyata yang akan menjawabnya.


Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!