Tangerang - Kondisi drainase di Jalan Supriadi, Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dikeluhkan warga akibat kerusakan parah yang tak kunjung mendapat perbaikan. Penutup saluran yang ambles hingga terbuka terlihat dibiarkan, hanya diberi penanda darurat berupa batang kayu seadanya.
Pantauan di lokasi pada Minggu (3/5/2026) siang menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Struktur beton drainase tampak retak dan sebagian ambruk, sementara bagian dalam saluran dipenuhi tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.
Kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya serius bagi pengguna jalan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua yang melintas di kawasan tersebut.
Erna, salah satu warga setempat, mengaku kecewa dengan lambannya respons dari dinas terkait. Ia menyebut kerusakan itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan berarti.
“Ini sudah lama rusak, bukan baru kemarin. Tapi tidak ada perbaikan sama sekali. Cuma dikasih kayu begini. Kalau malam atau hujan, bisa bikin orang celaka,” ujarnya.
Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan, namun belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Selain itu, penumpukan sampah di dalam drainase dinilai semakin memperparah kondisi dan berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir saat hujan turun.
Warga berharap pemerintah Kota Tangerang melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara. Mereka menilai pembiaran ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta rendahnya perhatian terhadap keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas mengenai jadwal maupun rencana perbaikan drainase tersebut. Sementara itu, warga hanya bisa meningkatkan kewaspadaan dan berharap tidak terjadi insiden yang merugikan akibat kondisi ini.
(Red)
