Jakarta Barat,media Bahri com — Peredaran obat keras golongan G seperti tramadol dan exymer di Kecamatan Kalideres kini memasuki fase yang mengkhawatirkan. Modus baru berkedok konter telepon genggam menunjukkan praktik ilegal ini bukan lagi sembunyi-sembunyi, melainkan berani tampil di ruang publik.
Temuan pada Sabtu, 25 April 2026, di Jalan Sirtu, Kelurahan Semanan, mengarah pada sebuah konter yang diduga menjadi titik distribusi. Aktivitas transaksi berlangsung cepat dan terselubung, namun cukup intens untuk menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Seorang penjaga toko berinisial Rico disebut mengakui hanya menjual tramadol dan exymer dengan sistem kamuflase etalase kosong. Ia juga menyebut dirinya hanya pekerja, sementara pemilik berinisial JJ diduga mengendalikan operasional. Pola ini mengindikasikan adanya jaringan yang terstruktur, bukan praktik individu semata.
Secara hukum, peredaran obat keras tanpa izin jelas melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009. Ancaman pidana berat menanti pelaku, terutama jika terbukti membahayakan keselamatan masyarakat.
Dari sisi kesehatan, penyalahgunaan tramadol dan exymer berisiko tinggi—mulai dari ketergantungan hingga dampak fatal. Ketika obat keras diperjualbelikan bebas, yang terancam bukan hanya individu, tetapi juga masa depan generasi muda.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum. Aktivitas yang diduga berlangsung terbuka memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan di lapangan. Publik kini menunggu langkah nyata dari kepolisian dan instansi terkait untuk segera bertindak.
Langkah tegas dinilai mendesak: penertiban lokasi, pengungkapan jaringan, serta transparansi penanganan kasus. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan terus tergerus.
Kasus Kalideres bukan sekadar pelanggaran hukum—ini ujian bagi negara dalam melindungi warganya. Jika dibiarkan, praktik serupa berpotensi meluas. Hukum dituntut hadir bukan hanya sebagai aturan, tetapi sebagai kekuatan yang benar-benar ditegakkan.
Kiki / Tim