BRI Stabat Tak Sekadar Simulasi: Kepedulian Diuji dari Keselamatan Pekerja hingga Jaminan Layanan Publik
personRedaksi Media Bahri
April 25, 2026
0
share
Langkat | Mediabahri.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BO Stabat tidak hanya menggelar simulasi tanggap banjir, tetapi sedang mempertaruhkan satu hal yang lebih besar: kepedulian nyata terhadap keselamatan manusia dan keberlangsungan layanan publik di tengah ancaman bencana.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan KH. Zainul Arifin, Stabat, Jumat (24/4/2026), melibatkan seluruh pekerja serta dukungan teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat. Namun lebih dari sekadar agenda rutin, simulasi ini menjadi tolok ukur apakah BRI benar-benar hadir sebagai institusi yang peduli—atau hanya menjalankan kewajiban prosedural.
Di lapangan, skenario tidak lagi berbicara soal teori. Evakuasi pekerja dilakukan dalam tekanan waktu, penyelamatan dokumen vital diuji dalam kondisi darurat, hingga koordinasi lintas instansi dipaksa berjalan cepat tanpa ruang kesalahan. Semua ini menegaskan satu pesan: kepedulian tidak diukur dari slogan, tetapi dari kesiapan menghadapi risiko terburuk.
Branch Office Head BRI Stabat, Ramlan, menegaskan bahwa Program Business Continuity Management (BCM) bukan sekadar sistem, melainkan komitmen moral.
“Kepedulian kami bukan hanya menjaga operasional tetap berjalan, tetapi memastikan setiap pekerja selamat dan masyarakat tetap mendapatkan layanan, bahkan dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Namun di titik ini, publik berhak menuntut lebih. Kepedulian korporasi tidak boleh berhenti pada simulasi yang terjadwal rapi. Ia harus hadir dalam bentuk investasi nyata: infrastruktur tahan bencana, sistem digital yang tangguh, respons cepat saat krisis, serta transparansi kepada nasabah saat layanan terganggu.K
eterlibatan BPBD menjadi bukti bahwa sinergi sudah dibangun. Tapi pertanyaan krusialnya: apakah kesiapan ini akan tetap solid saat banjir benar-benar melanda? Apakah BRI siap menjadi garda terdepan menjaga stabilitas layanan keuangan masyarakat?
Mediabahri.com menilai, langkah BRI Stabat ini adalah sinyal positif—namun belum cukup. Kepedulian sejati baru terbukti ketika institusi mampu berdiri paling depan saat krisis, bukan sekadar siap di atas kertas.J
ika konsistensi ini dijaga dan ditingkatkan, maka BRI bukan hanya bank milik negara, tetapi juga benteng kepercayaan masyarakat di saat paling genting.
Jurnalis: Agus Sidarta & Red Editor: Zulkarnain Idrus