
Mediabahri.com | Medan – Roberto akhirnya angkat bicara terkait beredarnya sejumlah pemberitaan di media online dan platform TikTok yang menuding dirinya melakukan penganiayaan serta penyekapan terhadap istri dan anaknya. Ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tidak benar.
“Semua itu tidak benar,” ujar Roberto saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp, Kamis (19/3/2026).
Menurut Roberto, tuduhan tersebut muncul di tengah persoalan rumah tangga yang sedang ia hadapi bersama istrinya, Putri Saras Wati Dewi. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang tidak menyukai dirinya sehingga memunculkan informasi yang dinilai merugikan nama baiknya.
Roberto menjelaskan, sebelumnya pada Minggu (15/3/2026), istrinya bersama anak mereka mendatangi kediamannya di Jalan Tengku Umar No 29, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Kedatangan tersebut, menurutnya, merupakan hal yang wajar meski keduanya tengah mengalami konflik rumah tangga.
“Dia minta izin untuk menginap di rumah, masa saya usir,” katanya.
Namun, ia mengaku terkejut ketika pada Rabu malam (18/3/2026), rumahnya didatangi oleh sejumlah kuasa hukum istrinya, kepala lingkungan, serta pihak kepolisian yang menuduh dirinya melakukan penyekapan dan penganiayaan.
Atas tuduhan tersebut, Roberto merasa dirugikan secara pribadi maupun nama baik. Ia menegaskan bahwa jika memang terbukti melakukan tindakan tersebut, ia siap mengikuti proses hukum yang berlaku.
“Kalau memang benar saya melakukan penganiayaan, mari kita hormati proses hukum,” ujarnya.
Roberto juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah melaporkan istrinya ke pihak Polrestabes Medan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak serta penistaan terhadap patung agama Buddha. Di sisi lain, ia juga telah dilaporkan oleh istrinya ke Polda Sumatera Utara.
Terkait tudingan di media sosial yang menyebut dirinya “kebal hukum” dan telah “membayar pihak kepolisian”, Roberto menegaskan bahwa hal tersebut merupakan fitnah.
“Kita semua sama di mata hukum. Tidak ada tebang pilih. Jadi biarkan proses hukum berjalan, jangan mudah menghakimi seseorang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Roberto menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap telah menyebarkan fitnah tanpa bukti. Ia juga menyampaikan pesan kepada istrinya agar tidak menggiring opini publik dengan narasi yang tidak sesuai fakta.
Selain itu, Roberto menyoroti adanya unggahan di TikTok yang memperlihatkan percakapan WhatsApp yang diduga milik istrinya. Dalam percakapan tersebut, istrinya disebut meminta bantuan karena merasa disekap dan dianiaya.
Namun Roberto meragukan keaslian konteks percakapan tersebut.
“Saya curiga itu sudah diskenariokan. Handphone yang digunakan itu milik saya, sementara handphone istri saya juga ada. Kenapa harus pakai handphone saya? Di situ letak kecurigaan saya,” ungkapnya.
Ia menegaskan akan membuktikan kebenaran di hadapan hukum dan meminta publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum fakta sebenarnya terungkap.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus
