Mediabahri.com | Medan — Ketua FORWAKA Medan, Irwansyah, tak ingin organisasi yang dipimpinnya berjalan setengah hati. Dalam rapat koordinasi jelang pelantikan pengurus, Sabtu (28/03/2026), ia tampil dominan, menekan pentingnya soliditas internal sebagai fondasi utama—bukan sekadar slogan kosong.
Rapat yang digelar di Kafe Rifki Jaya, Jalan Tuasan, Medan Timur itu dihadiri Sekretaris Selamat Heryanto, Bendahara Nalae Ratih Duha, serta jajaran pengurus dan anggota. Namun sorotan utama tertuju pada sikap tegas Irwansyah yang sejak awal mengarahkan jalannya forum dengan nada lugas dan tanpa kompromi.
Baginya, pelantikan bukan panggung seremonial. Ia menegaskan, tanpa kesiapan struktur yang jelas dan komitmen kerja nyata, FORWAKA Medan hanya akan menjadi organisasi “nama besar, isi kosong”.
“Kita kawani instansi yang mau berkawan, dan yang tidak mau berkawan terserah kawan-kawan. Yang penting kita bangun kekompakan di FORWAKA Medan dan terus bermitra dengan Kejari Medan,” tegas Irwansyah.
Kalimat itu bukan sekadar pernyataan, melainkan pesan tajam: FORWAKA Medan di bawah komandonya tidak akan bergantung pada pihak mana pun. Kemitraan dengan Kejaksaan Negeri Medan tetap dijalin, namun bukan berarti menggadaikan independensi.
Irwansyah juga menyoroti pentingnya pembagian tugas yang konkret. Ia mengingatkan, pengurus yang tidak siap bekerja sebaiknya tidak berada dalam struktur. Sikap ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya tidak memberi ruang bagi formalitas tanpa kontribusi.
Rapat koordinasi ini pada akhirnya membuka satu hal terang: arah FORWAKA Medan kini bertumpu pada ketegasan Irwansyah. Jika soliditas yang ia dorong benar-benar terwujud, organisasi ini berpotensi menjadi kekuatan pers yang berani dan berintegritas. Namun jika tidak, kritik justru akan kembali menghantam dari dalam.
Pelantikan semakin dekat. Irwansyah sudah mengirim pesan keras—sekarang tinggal pembuktian.
Reporter: Mhd. Zulfahmi Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus
