Wisuda STIT Al-Washliyah Binjai, Pemko Ingatkan Sarjana Tak Jadi Beban Sosial: Jaga Nama Almamater, Buktikan Ilmu di Tengah Krisis Moral

Redaksi Media Bahri
0

Mediabahri.com | BINJAI – Di tengah meningkatnya degradasi moral, pengangguran terdidik, dan krisis integritas di ruang publik, Pemerintah Kota Binjai mengingatkan para sarjana agar tidak berhenti pada seremoni wisuda dan kebanggaan gelar semata. Pesan keras ini disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Setdak Kota Binjai, Drs. Eka Edi Saputra, M.M., saat menghadiri Wisuda Sarjana Angkatan VII STIT Al-Washliyah Binjai Tahun 2026, Senin (9/2), di Gedung Patar Hall Binjai.

Sebanyak 92 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan. Namun, di balik toga dan gelar akademik, Pemko Binjai menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi—khususnya berbasis keislaman—memikul tanggung jawab sosial dan moral yang tidak ringan.

Dalam sambutan Wali Kota Binjai yang dibacakannya, Eka Edi Saputra menyampaikan ucapan selamat sekaligus peringatan agar para lulusan tidak mencoreng nama almamater melalui perilaku menyimpang, sikap oportunis, atau abai terhadap kepentingan masyarakat.

“Gelar sarjana bukan sekadar prestise akademik. Ia adalah amanah moral. Nama baik almamater STIT Al-Washliyah Binjai harus dijaga melalui sikap, etika, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegas Eka.

Ia menekankan bahwa wisudawan tidak boleh terjebak menjadi sarjana menara gading—tinggi gelar, minim kontribusi. Ilmu yang diperoleh harus menjelma menjadi solusi atas persoalan pendidikan, sosial, dan keumatan yang nyata dirasakan masyarakat Binjai dan sekitarnya.

Nada kritis juga disampaikan Ketua STIT Al-Washliyah Binjai, Dr. H. M. Baihaqi, M.A. Menurutnya, wisuda bukan akhir perjuangan intelektual, melainkan titik awal ujian sesungguhnya: sejauh mana ilmu mampu diimplementasikan, bukan sekadar dipamerkan.

“Wisuda ini bukan purna tugas. Justru di luar kampuslah ilmu diuji. Apakah mampu menyentuh persoalan umat, atau berhenti sebagai teori tanpa dampak,” ujarnya lugas.

Sementara itu, Kopertais STIT Al-Washliyah, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.A., mengingatkan bahwa capaian akademik para wisudawan adalah hasil perjuangan panjang yang akan sia-sia bila tidak diiringi integritas dan ketekunan dalam pengabdian.

“Kerja keras dan semangat pantang menyerah harus diteruskan dalam kehidupan sosial. Ilmu tanpa etika hanya akan melahirkan krisis baru,” katanya.

Wisuda ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh lintas lembaga, antara lain Dandim 0203/Lkt yang diwakili Danramil 01/BK Kapten Inf Even Ezer Pakpahan, Kanit Samapta Polsek Binjai Kota Ipda Surya S., Kapolres Binjai diwakili Kompol Arnawati, S.H., M.H., Wakil Ketua STKIP Budidaya Dr. Erlinda Nofasari, S.Pd., M.Pd., jajaran PB Al-Washliyah, MUI Kota Binjai, Kemenag Kota Binjai, akademisi, dosen, serta tamu undangan lainnya.

Di tengah realitas sosial yang penuh tantangan, wisuda ini menjadi pengingat keras: gelar sarjana bukan tujuan akhir, melainkan awal pertanggungjawaban intelektual dan moral kepada publik. Masyarakat menunggu, bukan pidato, tetapi bukti.

Reporter: Agus Sidarta
Editor: Zulkarnain Idrus



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!