
Mediabahri.com | Binjai – Pelantikan Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Binjai Periode 2025–2030 bukan sekadar agenda seremonial. Momentum ini menjadi pengingat keras akan tanggung jawab moral organisasi Islam di tengah berbagai persoalan sosial yang masih membelit Kota Binjai.
Hal tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, S.H., S.Sos., M.Kn., mewakili Wali Kota Binjai menghadiri pelantikan yang digelar di Pendopo Umar Baki, Rabu (4/2), dengan tema “Al-Jam’iyatul Washliyah Berkontribusi Memperkokoh Persatuan dan Kerukunan Bangsa”.

Dalam sambutannya, Hasanul Jihadi menegaskan bahwa Al-Jam’iyatul Washliyah tidak boleh berhenti pada simbol dan sejarah panjang semata, melainkan harus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman—mulai dari degradasi akhlak generasi muda, lunturnya nilai persatuan, hingga persoalan sosial yang kian kompleks.
“Pemerintah Kota Binjai memandang Al-Washliyah sebagai mitra strategis. Namun kemitraan ini harus diwujudkan dalam kerja nyata, keberpihakan kepada umat, serta keberanian menjaga nilai moral di tengah masyarakat,” tegas Hasanul Jihadi.

Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi Islam menjadi kunci dalam membangun Binjai yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
“Atas nama Pemerintah Kota Binjai, saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Amanah ini berat. Jika tidak dijalankan dengan keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab moral, maka organisasi akan kehilangan kepercayaan umat,” ujarnya dengan nada tegas.

Pelantikan pengurus dilakukan oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Al-Washliyah Provinsi Sumatera Utara, Halim Nur Nasution, S.E., M.M., mewakili Ketua PW Al-Washliyah Provsu. Kepengurusan periode 2025–2030 dinakhodai oleh Adlan Nasution, S.Pd. sebagai Ketua, Sairul, S.Pd.I. sebagai Sekretaris, dan M. Amrin Rangkuti sebagai Bendahara.
Dalam arahannya, Halim Nur Nasution turut mengingatkan bahwa Al-Washliyah harus tampil sebagai organisasi yang berani bersikap, bukan hanya responsif terhadap undangan, tetapi aktif menjawab problem umat dan bangsa.
“Pengurus Al-Washliyah ke depan dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, membina, mengarahkan, dan menjadi teladan. Jika organisasi Islam abai terhadap tanggung jawab moralnya, maka ruang itu akan diisi oleh krisis nilai,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri Ketua MUI Kota Binjai H. Rizaldi Nasution, S.Pd.I., M.M., Ketua KPU Kota Binjai Anton Indratno, S.Ag., Ketua Muslimat Dra. Isma Tanjung, Ketua Pengajian Akbar Seribu Umat Muslimat Al-Washliyah Hj. Hidawani, Ketua STIT Al-Washliyah Kota Binjai Dr. Baihaqi, perwakilan Kementerian Agama Kota Binjai Darwin, S.Pd., perwakilan Lapas Kelas IIA Binjai, BNN Kota Binjai, BAZNAS Binjai, unsur Polres Binjai, Kodim 0203/Langkat, para ulama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi Islam se-Kota Binjai.
Mediabahri.com menilai, pelantikan ini menjadi titik uji moral bagi kepengurusan baru Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Binjai: apakah mampu hadir sebagai penjaga nilai, pembina umat, dan mitra kritis pemerintah—atau sekadar menjadi organisasi yang ramai saat pelantikan, senyap saat umat membutuhkan.
Jurnalis: Zulkarnain Idrus
