
Langkat – MediaBahri.com | Di tengah luka yang belum kering akibat banjir, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Stabat menyalurkan 1.500 paket sembako melalui Program BRI Peduli TJSL kepada Yayasan Sehat Maju Mulia Gemilang untuk diteruskan kepada warga terdampak di Kabupaten Langkat, Rabu (18/2/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat. Secara formal, kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam merespons kondisi darurat yang dialami masyarakat.

Branch Office Head (BOH) BRI Stabat, Ramlan, melalui Sinergy Branch Office (SBO) M. Ikhsan Dodi, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen BRI untuk hadir di tengah masyarakat.
“Melalui program ini, kami berharap bantuan 1.500 paket pangan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. BRI berupaya untuk selalu hadir dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Dodi.
Namun realitas di lapangan menunjukkan, kebutuhan warga terdampak banjir di Langkat tidak berhenti pada sembako. Sejumlah rumah masih rusak, aktivitas ekonomi lumpuh, dan sebagian warga mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha kecil mereka. Bantuan pangan memang penting, tetapi pemulihan jangka panjang menuntut langkah yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Yayasan Sehat Maju Mulia Gemilang yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI BO Stabat dan memastikan paket sembako akan disalurkan kepada warga yang benar-benar terdampak langsung.
MediaBahri.com menilai, kolaborasi antara korporasi dan lembaga sosial seperti yayasan menjadi langkah positif. Namun publik juga berhak mengawasi agar distribusi bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak berhenti pada seremoni penyerahan simbolis.
Banjir yang berulang di Kabupaten Langkat menjadi alarm keras bagi semua pihak. Dunia usaha, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dituntut tidak hanya hadir saat krisis, tetapi juga berperan dalam upaya pencegahan dan pemulihan menyeluruh.
Jurnalis: Agus Sidarta & Red
Editor: Zulkarnain Idrus
