Barak Sabu Diratakan Polisi, Pembiaran Wilayah Dipertanyakan

Redaksi Media Bahri
0

Mediabahri.com | BINJAI – Terbongkarnya sebuah barak sabu di jantung permukiman warga Jalan Cokelat Gang Mangga, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, memantik pertanyaan serius: ke mana pengawasan wilayah selama ini?


Satres Narkoba Polres Binjai akhirnya turun tangan dan menghancurkan barak narkoba yang diduga telah lama menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan sabu, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Operasi dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Ismail Pane, SH, MM, setelah aparat menerima laporan masyarakat yang sudah lama resah.


Ironisnya, barak narkoba itu berdiri dan beroperasi di tengah lingkungan padat penduduk, memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran berlarut hingga lokasi tersebut menjelma zona nyaman bagi pelaku narkoba.


Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan SI (35), warga Kabupaten Deli Serdang. Tes urine menunjukkan positif narkoba. Sejumlah barang bukti turut disita, mulai dari sabu seberat bruto 1,27 gram, uang tunai Rp2.125.000, timbangan elektrik, plastik klip kosong, bong, kaca pirek, hingga empat sepeda motor, tiga di antaranya tanpa pelat nomor polisi.

Barang bukti tersebut mengindikasikan bahwa lokasi itu bukan sekadar tempat pakai, melainkan simpul aktivitas narkotika yang terorganisir.


Usai penangkapan, polisi langsung membongkar dan memusnahkan barak sabu. Langkah tegas ini menjadi sinyal keras bahwa aparat tak ingin warisan masalah terus dibiarkan hidup di wilayah permukiman.


“Tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan ke Satres Narkoba Polres Binjai untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Ismail Pane.


Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, melalui Kasi Humas AKP Junaidi, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap lokasi penyalahgunaan narkotika.


“Setiap tempat yang terbukti menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika akan kami berantas dan musnahkan,” tegasnya.

Terbongkarnya barak sabu ini sekaligus membuka ruang evaluasi serius bagi pengawasan lingkungan, mulai dari peran aparat kewilayahan, fungsi deteksi dini, hingga keberanian menindak sejak awal.


Masyarakat kini menunggu: apakah tindakan tegas ini menjadi awal bersih-bersih total, atau sekadar pemadaman sesaat setelah api terlanjur membesar?


Reporter: Mhd. Dzaki Zuris
Editor: Zulkarnain Idrus



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!