AKBP Indra Maulana Saputra Resmi Jabat Kapolres Boyolali, Warisan Masalah Menanti di Meja Kerja

Redaksi Media Bahri
0

BOYOLALI | Mediabahri.com – Pergantian pimpinan di tubuh Polres Boyolali resmi terjadi. AKBP Indra Maulana Saputra ditunjuk sebagai Kapolres Boyolali menggantikan AKBP Rosyid Hartanto yang kini menduduki jabatan Wakapolrestabes Surabaya. Serah terima jabatan berlangsung Selasa (13/1/2026) di Mapolres Boyolali, di tengah sorotan publik atas berbagai persoalan kamtibmas yang belum tuntas.


Pantauan Mediabahri.com, halaman Mapolres Boyolali sejak pagi dipadati karangan bunga dan kiriman bibit pohon dari beragam pihak. Mulai dari pelaku usaha, pengelola wisata, hingga instansi, ikut memberi ucapan selamat atas pergantian Kapolres. Di balik seremoni tersebut, publik menanti langkah konkret Kapolres baru dalam menjawab persoalan nyata di lapangan.


Sekitar pukul 09.15 WIB, AKBP Indra Maulana Saputra tiba bersama istri dan disambut dengan tradisi pedang pora. Prosesi berjalan khidmat, dilanjutkan jabat tangan dengan jajaran pejabat utama Polres Boyolali serta Kapolres lama AKBP Rosyid Hartanto.


Dalam sambutan pamitannya, AKBP Rosyid Hartanto secara terbuka mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum maksimal selama dirinya menjabat. Pengakuan ini menjadi catatan penting, sekaligus sinyal bahwa Kapolres baru tidak mewarisi situasi yang sepenuhnya “bersih”.



“Masih ada hal-hal yang belum maksimal kami kerjakan dan itu kami teruskan kepada Kapolres yang baru agar dapat ditangani lebih baik,” kata Rosyid.


Rosyid menegaskan, Boyolali masih rawan bencana hidrometeorologi yang membutuhkan kesiapsiagaan ekstra dari aparat kepolisian. Selain itu, penerapan KUHP dan KUHAP baru disebutnya akan menjadi tantangan serius yang menuntut profesionalisme dan ketegasan aparat, terutama dalam penanganan perkara perlindungan perempuan dan anak, penipuan daring, serta kasus-kasus menonjol yang kerap menyedot perhatian publik.


Sorotan paling tajam diarahkan pada persoalan narkoba. Rosyid mengungkap keprihatinan atas maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan anak-anak dan remaja di wilayah Boyolali.


“Saya berharap Kapolres yang baru bisa menindak tegas seluruh bentuk kenakalan remaja, khususnya penyalahgunaan narkoba. Ini persoalan serius dan tidak bisa ditangani setengah-setengah,” tegasnya.


Usai apel sekitar pukul 11.45 WIB, AKBP Rosyid Hartanto meninggalkan Mapolres Boyolali pada pukul 12.15 WIB dengan menyalami satu per satu personel, menandai berakhirnya masa kepemimpinannya.


Sementara itu, Kapolres Boyolali yang baru, AKBP Indra Maulana Saputra—mantan Kasubbag Lekgassus Baggassus Robinkar SSDM Polri—menyatakan siap melanjutkan program yang ada sekaligus meningkatkan kinerja jajaran. Ia meminta doa restu dan dukungan agar mampu menjalankan amanah dengan baik.


“Kami akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah,” ujar Indra.


Namun, janji tersebut kini menjadi catatan publik. Tantangan di Boyolali bukan sekadar seremonial, melainkan menyangkut penegakan hukum yang tegas, pemberantasan narkoba, kesiapsiagaan bencana, serta profesionalisme aparat di lapangan. Masyarakat menunggu, apakah di bawah komando AKBP Indra Maulana Saputra, Polres Boyolali benar-benar mampu menjawab persoalan, atau sekadar berganti nama di papan jabatan.


Reporter: Armila GWI

Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!