BRI TEBINGTINGGI: PANCASILA TAK CUKUP DIHAFAL, HARUS HIDUP DALAM SETIAP PELAYANAN KEPADA RAKYAT

Redaksi Media Bahri
0

TEBINGTINGGI | Mediabahri.com — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Jajaran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Tebingtinggi diingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam setiap tindakan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar jajaran karyawan dan karyawati BRI BO Tebingtinggi, Kamis (1/10/2026), di Aula Kantor BRI BO Tebingtinggi.


Upacara berlangsung khidmat dengan Pemimpin Cabang (Pinca) BRI BO Tebingtinggi, Bagus Prabu Danianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mempertegas kembali pentingnya nilai persatuan, keadilan, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.


Dalam amanat serentak Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, yang dibacakan Bagus Prabu Danianto, ditegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai dasar negara yang sekadar dihafalkan atau slogan yang terdengar dalam upacara.


Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam menjalankan pekerjaan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tegas Bagus saat membacakan amanat tersebut.

BRI DAN AMANAT EKONOMI KERAKYATAN

Sebagai bank yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan, BRI terus menegaskan komitmennya memperluas inklusi keuangan, memberdayakan UMKM, memperkuat perekonomian masyarakat perdesaan hingga mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.


Besarnya kepercayaan publik juga tercermin dari dana masyarakat yang dikelola BRI yang mencapai Rp1.580 triliun.


Angka tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kejujuran, integritas dan pelayanan yang bertanggung jawab.


Di sisi layanan digital, pengguna BRImo telah mencapai 49,7 juta orang. Sementara penyaluran KPR subsidi disebut telah membantu lebih dari 134 ribu keluarga.


Jangkauan layanan BRI juga diperluas hingga pelosok melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa.


Namun, bagi BRI, memperluas akses keuangan bukan sekadar memperbanyak jumlah pengguna atau jaringan pelayanan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana akses tersebut mampu mendorong masyarakat naik kelas secara ekonomi.


Hal itu dilakukan melalui pemberdayaan lebih dari 43 ribu klaster usaha, 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, serta pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia.


Di sektor pembiayaan, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun, atau sekitar 75,1 persen dari total kredit.


Sementara sepanjang semester I 2026, lebih dari 2 juta pelaku usaha disebut telah mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

ANGKA BESAR, AMANAH JUGA BESAR

Di balik angka-angka tersebut terdapat masyarakat yang menggantungkan harapan pada akses pembiayaan dan layanan perbankan—mulai dari pelaku usaha kecil, pedagang, petani, pekerja, hingga keluarga yang tengah membangun kehidupan ekonominya.


Karena itu, amanat Hari Kesaktian Pancasila juga menekankan bahwa capaian bisnis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan integritas.


Di tengah perkembangan teknologi digital, insan BRI diingatkan untuk tetap waspada terhadap berbagai persoalan yang dapat merusak masyarakat, termasuk judi online, pinjaman ilegal dan penyebaran berita bohong atau hoaks.


Seluruh Insan BRILiaN didorong untuk bekerja secara jujur, menjaga kepercayaan masyarakat serta memberikan pelayanan secara profesional tanpa membedakan latar belakang nasabah.


Pesan tersebut sejalan dengan perjalanan panjang BRI yang telah berdiri sejak 1895 di Purwokerto, dengan semangat membangun perekonomian rakyat dan membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.


Lebih dari satu abad kemudian, semangat tersebut terus dibawa dalam transformasi layanan perbankan yang semakin modern dan menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri.

PANCASILA JANGAN BERHENTI DI PODIUM

Menutup amanatnya, Bagus Prabu Danianto mengajak seluruh jajaran BRI BO Tebingtinggi menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial.


Menurutnya, nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku kerja sehari-hari, termasuk ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.


“Mari kita jadikan peringatan hari ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari,” pungkasnya.


Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa bagi insan perbankan yang berhadapan langsung dengan kepentingan masyarakat, Pancasila tidak cukup hanya diucapkan—tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang jujur, adil, berintegritas dan memberi ruang yang sama bagi masyarakat untuk berkembang.


Redaksi: Mediabahri.com
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!