
JAKARTA, MediaBahri.com - BNI wondrX 2026 resmi berakhir setelah berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kendati gelaran tersebut telah ditutup, komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam mendorong pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas terus berlanjut.
Melalui UMKM Center by Xpora, BNI membawa 44 UMKM binaan yang berasal dari berbagai sektor usaha. Seluruh peserta telah melewati tahapan kurasi dan pendampingan sebelum mendapatkan kesempatan memanfaatkan panggung wondrX 2026.
Selama kegiatan, para pelaku UMKM tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan konsumen, meningkatkan transaksi melalui berbagai program promosi, serta memanfaatkan kanal live shopping untuk menjangkau calon pembeli di luar lokasi acara.
BNI kemudian menyiapkan tindak lanjut agar momentum tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas pameran. Pelaku usaha akan diarahkan masuk ke dalam ekosistem layanan BNI berdasarkan kebutuhan dan tingkat perkembangan bisnis masing-masing.
Dukungan tersebut mencakup digitalisasi transaksi, akses pembiayaan, penguatan pengelolaan keuangan, pendampingan usaha hingga pembukaan peluang pasar yang lebih luas.
Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan adalah wondr Merchant. Platform tersebut dirancang untuk membantu merchant mengelola transaksi secara lebih mudah, termasuk pendaftaran QRIS, penerimaan notifikasi transaksi secara real-time dan pemantauan laporan transaksi harian dalam satu aplikasi.
Fitur settlement hingga lima kali sehari juga memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam mengatur arus kas. Data transaksi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu UMKM melakukan pencatatan usaha, membaca tren penjualan, sekaligus menyusun rencana pengembangan bisnis secara lebih terukur.
Untuk UMKM yang mulai memasuki skala usaha lebih besar, BNI menyediakan BNIdirect Bisnis dengan New Feature Capability. Layanan tersebut mendukung kebutuhan transaksi dan cash management yang lebih kompleks serta terintegrasi.
Selain layanan transaksi, BNI membuka peluang pembiayaan sesuai profil, kebutuhan, kapasitas, dan kesiapan masing-masing usaha. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung modal kerja maupun investasi guna meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat operasional.
Sementara melalui Xpora, pelaku UMKM memperoleh pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan usaha. Pendampingan mencakup aspek produk, pemasaran, manajemen bisnis hingga kesiapan kapasitas produksi dalam menghadapi pertumbuhan permintaan.
Pengalaman berhadapan langsung dengan konsumen dan memanfaatkan live shopping selama wondrX 2026 juga menjadi sumber evaluasi bagi pelaku usaha. Respons pasar dapat digunakan untuk memperbaiki produk sekaligus menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif.
SEVP Commercial & SME BNI Andy Yusdiman menegaskan bahwa BNI ingin membangun dukungan UMKM secara menyeluruh, bukan sekadar melalui pembiayaan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat pendekatan end-to-end, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga solusi transaksi, digitalisasi, dan pendampingan usaha,” ujar Andy.
Menurutnya, UMKM Center by Xpora diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong pelaku usaha semakin produktif, berkembang, dan mampu menembus pasar global.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, keberlanjutan dukungan tersebut turut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan dan daya saing UMKM. Integrasi antara akses pasar, teknologi digital, pembiayaan, serta pendampingan menjadi strategi BNI untuk membantu UMKM menghadapi tahapan pertumbuhan berikutnya.
Semangat “One Ecosystem, Continuous Motion” pun menjadi penegasan bahwa berakhirnya BNI wondrX 2026 bukan berarti berakhirnya perjalanan para pelaku UMKM. Justru, momentum pameran dan transaksi selama kegiatan menjadi pijakan untuk memasuki tahap berikutnya: memperkuat bisnis, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang menuju Go Global.
