BINJAI — Mediabahri.com | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Ikatan Pemuda Karya (IPK), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPK Kota Binjai memilih cara yang tidak sekadar bersifat seremonial.
Di usia yang telah memasuki 57 tahun, keberadaan organisasi justru dibangun melalui kepedulian nyata kepada masyarakat. Salah satunya dengan menyambangi Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 35, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok kepada pihak panti.

Ketua DPD IPK Kota Binjai Deni Iskandar Sembiring hadir langsung dalam kegiatan tersebut, didampingi Sekretaris Dhan Nugraha, S.Sos., Bendahara Josua Gabe, S.Kom., serta jajaran pimpinan dan anggota IPK Kota Binjai.
Rombongan diterima Ketua Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah Alija Izet Begovic, S.Pd., bersama jajaran pengurus dan anak-anak asuh.
Panti tersebut saat ini menaungi 61 anak asuh, terdiri dari 25 anak putri dan 36 anak putra.
Bagi IPK Kota Binjai, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda berbagi dalam rangka ulang tahun. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keberadaan organisasi agar semakin dekat dengan masyarakat.
Tak Cukup Hanya Merayakan Usia
Ketua DPD IPK Kota Binjai, Deni Iskandar Sembiring, menegaskan bahwa bertambahnya usia organisasi harus diikuti dengan bertambahnya kepedulian dan kontribusi kepada masyarakat.
“HUT ke-57 IPK bukan hanya tentang bagaimana kita merayakan bertambahnya usia organisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan IPK bisa memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” tegas Deni.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitarnya.
“Kita tidak ingin IPK hanya dikenal karena kegiatan internalnya. Kita ingin IPK hadir di tengah masyarakat, membangun kepedulian dan memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Deni mengatakan, anak-anak yang berada di panti merupakan bagian dari generasi penerus bangsa. Karena itu, perhatian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
“Ada 61 anak di panti ini. Mereka punya cita-cita dan masa depan. Tugas kita bersama adalah memberikan perhatian dan dukungan agar mereka terus memiliki semangat untuk meraih masa depan,” katanya.
Membangun Keberadaan, Bukan Sekadar Mempertahankan Nama
Kehadiran DPD IPK Kota Binjai di Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah memperlihatkan bahwa eksistensi organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur, atribut maupun kegiatan seremonial.
Eksistensi akan semakin kuat ketika masyarakat merasakan langsung keberadaan dan kepedulian organisasi tersebut.
Bantuan yang diberikan memang tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan panti. Namun, langkah tersebut menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian dan perhatian terhadap warga panti.
Ketua Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah, Alija Izet Begovic, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan dari DPD IPK Kota Binjai.
Ia berharap perhatian dan silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin serta menjadi sinergi yang berkelanjutan antara organisasi kepemudaan dan lembaga sosial.
57 Tahun: Bukan Hanya Bertambah Usia, Tetapi Bertambah Manfaat
HUT ke-57 IPK akhirnya menjadi momentum untuk menyampaikan pesan yang lebih besar: organisasi tidak cukup hanya mempertahankan nama, tetapi harus membangun keberadaan melalui karya dan kepedulian.
Ketika 61 anak panti mendapatkan perhatian, ketika pengurus panti merasa tidak berjalan sendiri, di situlah sebuah organisasi menunjukkan arti keberadaannya.
Karena 57 tahun IPK seharusnya bukan sekadar perjalanan waktu. Ia harus menjadi perjalanan menuju organisasi yang semakin matang, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin nyata kepeduliannya.
Tak cuma HUT. Bangun keberadaan. Bangun kepedulian. Bangun manfaat untuk masyarakat.
Reporter: Zulkarnain Idrus




