
Mediabahri.com | MEDAN – Aroma dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik bukan hanya tertuju pada dugaan aktivitas pelangsiran BBM, tetapi juga pada dugaan aksi kekerasan yang dialami seorang pelapor yang selama ini dikenal vokal mengungkap persoalan tersebut.
Ongku Parmohonan Harahap, warga yang sebelumnya aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduganya terkait dengan aktivitas pelangsiran BBM di sekitar SPBU 14.229.319 Pasar Gunung Tua, Sabtu (18/7/2026) pagi.
Jika benar peristiwa ini terjadi sebagaimana dilaporkan, maka muncul pertanyaan besar: apakah keberanian melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi justru dibalas dengan intimidasi dan kekerasan?
Kepada Mediabahri.com, Ongku menuturkan bahwa sekitar pukul 07.30 WIB dirinya datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar. Menurut keterangannya, ia didatangi seseorang yang menegurnya dengan nada tinggi sambil memegang bajunya dan mempertanyakan alasan dirinya "mengganggu usaha orang".
Merasa situasi memanas, Ongku memilih meninggalkan lokasi. Namun menurut pengakuannya, beberapa saat kemudian ia kembali dicegat oleh beberapa orang hingga terjadi keributan yang berujung dugaan penganiayaan.
"Saya dipukul sampai terjatuh dari sepeda motor. Untung ada warga yang datang melerai sehingga saya bisa menyelamatkan diri," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Ongku mengaku mengalami luka memar, goresan, dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Ia menyatakan telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polsek Padang Bolak, Polres Padang Lawas Utara.
Dugaan Pelangsiran Sudah Lama Disorot
Kasus ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Ongku diketahui telah beberapa kali menyampaikan laporan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi disertai dokumentasi video kepada aparat penegak hukum.
Penasehat Hukum Media Organisasi Siber Indonesia (MOSI), Henry Pakpahan, menilai insiden yang dialami Ongku patut menjadi perhatian serius.
Menurut Henry, apabila laporan masyarakat sejak awal ditindaklanjuti secara profesional, berbagai potensi konflik di lapangan seharusnya dapat diminimalkan.
"Kami berharap seluruh laporan, termasuk bukti yang pernah disampaikan masyarakat, diperiksa secara objektif dan transparan. Jangan sampai muncul kesan bahwa dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak memperoleh perhatian yang memadai," ujarnya.
Desakan Pengusutan Menyeluruh
Ketua MOSI, Rudi Hutagaol, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan terhadap Ongku.
Menurutnya, jika benar ada pengeroyokan terhadap seseorang yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran, maka aparat penegak hukum harus mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
Ia juga meminta aparat mengusut dugaan jaringan pelangsiran BBM bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
"Penegakan hukum harus mampu menjawab keresahan publik melalui penyelidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel," katanya.
Publik Menunggu Jawaban Aparat
Peristiwa ini kini menjadi perhatian masyarakat. Selain penanganan laporan dugaan pengeroyokan, publik juga menunggu langkah aparat dalam menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang sebelumnya telah dilaporkan.
Mediabahri.com menegaskan bahwa seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini memiliki hak memberikan klarifikasi maupun hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Padang Lawas Utara, Polres Tapanuli Selatan, maupun pihak-pihak yang disebut dalam laporan terkait peristiwa tersebut.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus
