Narkoba Tak Pernah Mati di Padang Sidempuan, Warga Curiga Ada Oknum Berseragam Jadi “Tameng” Bandar — Nama SG Meledak di Tengah Kemarahan Publik

Redaksi Media Bahri
0

Mediabahri.com | Padang Sidempuan – Kota Padang Sidempuan hari ini seperti sedang hidup di bawah bayang-bayang narkoba. Barang haram itu beredar nyaris tanpa takut, bandar disebut tetap bebas bergerak, sementara masyarakat kecil hanya bisa menyaksikan generasi muda perlahan rusak di depan mata.


Di tengah situasi yang makin memuakkan itu, muncul satu nama yang kini menjadi pusat kemarahan publik: oknum aparat Unit Resnarkoba Polres Padang Sidempuan berinisial SG.


Nama SG menjadi buah bibir masyarakat setelah muncul dugaan kuat adanya hubungan dengan seorang yang diduga bandar narkoba berinisial PT. Dugaan pertemuan keduanya di salah satu tempat karaoke di Kota Padang Sidempuan beberapa bulan lalu kini menjadi percakapan liar yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.


Warga mulai bertanya dengan nada tajam: bagaimana mungkin narkoba bisa diberantas kalau yang seharusnya memburu bandar justru diduga duduk satu meja dengan mereka?


Kemarahan masyarakat bukan tanpa alasan. Selama ini yang tertangkap disebut hanya pemakai, kurir kecil, dan pemain lapangan. Sementara bandar besar diduga tetap nyaman mengendalikan bisnis haramnya tanpa tersentuh hukum.


Kondisi itu memunculkan dugaan mengerikan: adanya “pagar hidup” berseragam yang melindungi peredaran narkoba di Kota Padang Sidempuan.


Jika dugaan tersebut benar, maka ini bukan lagi sekadar pelanggaran etik. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara, terhadap institusi, dan terhadap rakyat yang setiap hari dipaksa hidup berdampingan dengan ancaman narkoba.


Lebih panas lagi, berkembang isu adanya dugaan setoran uang puluhan hingga ratusan juta rupiah dari jaringan bandar kepada oknum tertentu setiap minggunya. Uang haram diduga mengalir demi memastikan bisnis narkoba tetap aman berjalan.


Masyarakat menilai, selama dugaan aparat bermain di belakang layar tidak dibongkar secara terang-benderang, maka slogan perang terhadap narkoba hanya akan terdengar seperti lelucon pahit di telinga rakyat.


Dalam musyawarah warga dan tokoh agama di Kampung Darek, kekecewaan terhadap aparat akhirnya meledak tanpa bisa dibendung. Tokoh masyarakat mempertanyakan mengapa bandar besar seolah kebal hukum, sementara rakyat kecil terus dijadikan sasaran penangkapan.


“Kalau aparat masih diduga jadi pelindung bandar, jangan mimpi narkoba bisa habis di Padang Sidempuan!” tegas salah satu tokoh masyarakat dengan nada tinggi.


Warga kini mendesak Kapolda Sumut dan Propam Mabes Polri turun tangan langsung mengusut SG serta seluruh oknum yang diduga bermain dalam pusaran bisnis narkoba. Masyarakat meminta jangan ada lagi drama penangkapan kecil-kecilan demi pencitraan, sementara bandar dan pihak yang diduga membekingi masih bebas tertawa di belakang layar.


Padang Sidempuan hari ini tidak butuh janji. Rakyat menunggu keberanian. Jika institusi penegak hukum gagal membersihkan oknum di tubuhnya sendiri, maka kehancuran generasi muda hanya tinggal menunggu waktu.

Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung & Red

Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!