Menengok Proses Revitalisasi Kelas di SDN 1 Parean Girang Indramayu: Ruang Kelas Dibongkar, Atap Diganti

Media Bahri
0
Indramayu, 8 Maret 2026 – Suara palu bertalu dan aktivitas para pekerja kini mewarnai suasana di SDN 1 Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di sekolah yang berada di kawasan pesisir tersebut, proses revitalisasi ruang kelas tengah berlangsung dan membawa harapan baru bagi para siswa yang setiap hari menimba ilmu di sana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, revitalisasi yang dilakukan mencakup penggantian atap dan plafon serta perbaikan dinding bangunan. Perbaikan ini diharapkan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Proses pembangunan saat ini masih berada pada tahap awal. Para pekerja tengah melakukan pembongkaran bagian bangunan lama sebelum memasuki tahap pembangunan kembali. Meski baru berjalan beberapa hari, perubahan di lingkungan sekolah sudah mulai terlihat.

Di tengah aktivitas tersebut, kontraktor pelaksana dari CV Tiga Sarana Abadi, Darudin, memastikan bahwa pekerjaan sejauh ini berjalan lancar. Ia mengaku belum menemui kendala berarti di lapangan dan optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

“InsyaAllah kita sesuai targetnya Pak. Karena kita mulai kan minggu-minggu ini untuk pembongkaran. Alhamdulillah nggak ada kendala,” ujar Darudin, seperti dikutip Minggu (8/3).
Revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dalam proses pengerjaannya, pihak kontraktor turut melibatkan warga setempat untuk membantu pekerjaan di lapangan.

Namun demikian, keterlibatan masyarakat lebih difokuskan pada pekerjaan fisik sederhana, seperti membantu mengangkat material bangunan. Sementara itu, pekerjaan teknis yang membutuhkan keahlian khusus tetap ditangani oleh tenaga profesional agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

“Ada pekerja melibatkan masyarakat di sekitar juga. Paling ya perbantuan tenaga kasar kayak ngangkat adukan. Untuk tenaga ahlinya memang kita udah ada,” ucapnya. 

Darudin berharap revitalisasi ruang kelas ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa yang belajar di sekolah tersebut. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Semoga bermanfaat. Mohon juga bangunan yang sudah jadi itu dijaga bareng-bareng. Kita bareng-bareng menjaga,” jelas dia. 

Harapan serupa juga datang dari para orang tua siswa. Salah satunya Astri, yang menyampaikan rasa syukur atas pembangunan ruang kelas di sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan.

Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah menjadi kabar baik bagi para orang tua yang menginginkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi anak-anak mereka.

“Mengenai pembangunan ini saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan ini,” ungkap Astri.

Ia berharap dengan fasilitas belajar yang lebih baik, anak-anak dapat semakin bersemangat menuntut ilmu dan meraih cita-cita mereka di masa depan.

“Saya berharap anak-anak bisa semakin semangat belajar. Semoga ke depan mereka bisa meraih cita-cita yang lebih baik,” lanjutnya.

Para siswa yang menyaksikan langsung proses revitalisasi sekolah tersebut juga tak henti-hentinya ikut bersyukur. Bagi mereka, perubahan di lingkungan sekolah membawa rasa bangga sekaligus harapan baru.

“Terima kasih Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Menteri atas pembangunan sekolah kami,” ucap para siswa.

(Welly)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!