Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen, Belanja Dipercepat, Ekonomi Membaik

Media Bahri
0
Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menunjukkan kinerja yang solid hingga 31 Januari 2026.

Pendapatan negara telah mencapai Rp 172,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Kenaikan pendapatan negara ini terutama oleh penerimaan pajak sebesar Rp 116,2 triliun sepanjang Januari 2026, meningkat 30,7 persen secara tahunan.

Tumbuhnya penerimaan pajak terutama berasal dari sektor industri pengolahan dan perdagangan. Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi semakin baik.

"Pertumbuhan pajak di bulan Januari itu tumbuhnya 30,7 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan dari efisiensi pengumpulan pajak. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/2).

Sementara dari sisi belanja negara, realisasi pada Januari 2026 sebesar Rp 227,3 triliun atau naik 25,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

"Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi," Purbaya mengungkapkan.

Peningkatan belanja negara salah satunya didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai Rp 19,5 triliun pada Januari 2026. Sebagai pembanding, realisasi anggaran untuk program MBG pada Januari 2025 sebesar Rp 45 miliar.

Tapi tak hanya MBG, pemerintah juga meningkatkan dan mempercepat realisasi belanja untuk program-program lain seperti revitalisasi sekolah, bantuan sosial, pembangunan irigasi, ketahanan pangan, hingga belanja pegawai.

Meski ada percepatan realisasi belanja, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan APBN tetap kredibel, defisit anggaran terkendali. "Defisit APBN tercatat mencapai Rp 54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026," ucapnya.

Purbaya optimistis peningkatan pendapatan dan percepatan realisasi belanja negara ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi.

"Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi. Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026," tegasnya.

(Welly)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Media Bahri, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!